ANALISIS REVERSE LOGISTIC KERTAS BEKAS MENGGUNAKAN MATERIAL FLOW ANALYSIS

Linarti, Utaminingsih and Budijati, Siti Mahsanah and Purwani, Annie (2022) ANALISIS REVERSE LOGISTIC KERTAS BEKAS MENGGUNAKAN MATERIAL FLOW ANALYSIS. Universitas Ahamd Dahlan. (Unpublished)

[thumbnail of Laporan Penelitian Skim Pejabat dana LPPM UAD 2021] Text (Laporan Penelitian Skim Pejabat dana LPPM UAD 2021)
Final_Laporan_Akhir_Penelitian_Internal_2021_Pnltn Pejabat 60091574-compressed.pdf - Other

Download (3MB)
[thumbnail of Surat Bukti Lap pnltn diterima perpustakaan-Analisis Reserve Logistic Kertas Bekas.pdf] Text
Surat Bukti Lap pnltn diterima perpustakaan-Analisis Reserve Logistic Kertas Bekas.pdf

Download (565kB)

Abstract

Secara nasional, kebutuhan pasokan kertas bekas meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2015 Kementerian Perindustrian meminta industri kertas untuk mengurangi ketergantungan impor bahan baku kertas bekas. Ditargetkan bahwa 70% dari kertas yang diserap pasar domestik sekitar 6,2 juta ton/ tahun dapat menjadi sumber kertas bekas dalam negeri atau setara dengan 4,4 juta ton/ tahun [1]. Selanjutnya pada tahun 2018 menurut Kementrian Perindustrian permintaan kertas bekas meningkat menjadi 8,6 juta ton [2]. Meskipun demikian, pemetaan jaringan dan kuantitas aliran kertas bekas di Indonesia belum dilakukan dengan baik, padahal pemerintah menghendaki peningkatan pasokan kertas bekas dalam negeri untuk menurunkan ketergantungan impor kertas bekas. Aktivitas reverse logistics merupakan salah satu cara pengelolaan barang bekas agar dapat bermanfaat kembali sekaligus dapat berguna bagi kelestarian lingkungan. Penelitian ini menerapkan pendekatan reverse logistics yang bertujuan untuk menganalisis jaringan kertas bekas dengan melakukan pemetaan dan kuantifikasi aliran kertas bekas. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah observasi dan wawancara langsung terhadap pengepul kertas bekas. Selanjutnya untuk menganalisis aliran kertas bekas digunakan Material Flow Analysis (MFA) dengan software subSTance flow Analysis (STAN) dan diagram Sankey, serta mengidentifikasi biaya reverse logistics yang diperlukan untuk mengelola penanganan kertas bekas tersebut. Rencana semula penelitian dilakukan pada dua wilayah di DIY yaitu Kabupaten Sleman dan Bantul, pada akhir penelitian, terdapat tambahan satu wilayah lagi yang dapat diteliti yaitu Kota Yogyakarta. Hasil penelitian di tiga wilayah tersebut diharapkan dapat digunakan sebagai referensi untuk menganalisis aktivitas reverse logistics kertas bekas bagi wilayah-wilayah lain di Indonesia. Luaran penelitian yang ditargetkan yaitu: (1) Laporan akhir, dan (2) HKI berupa Buku Panduan Analisis Aliran Kertas Bekas menggunakan Material Flow Analysis (MFA). Adapun TKT yang dituju adalah TKT 3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Kabupaten Sleman teridentifikasi 18 pengepul dengan 16 pengepul tingkat 1 dan 2 pengepul tingkat 2. Adapun pengepul penerima dan pabrik daur ulang kertas bekas yang teridentifikasi sebagai penerima kertas bekas meliputi: Bu Leni Bantul, pengepul di Kota Yogyakarta, Bintang Raya Klaten, pengepul di Klaten, pengepul di luar DIY, pabrik kertas di Magelang dan pabrik kertas di Surabaya. Rata-rata kertas bekas tiap tahun yang dihasilkan dari Kabupaten Sleman sebesar 13.995,432 ton atau setara dengan 0,16% kebutuhan nasional kertas bekas tahun 2018. Adapun total biaya reverse logistics sebesar Rp.41.443.638.000,-. Hasil penelitian di Kabupaten Bantul menunjukkan bahwa terdapat 34 pengepul kertas bekas dengan penerima kertas bekas meliputi PT. Papertex, PT. Pakrin, PT. Pura Kencana, UD Berdi Jaya, PT. Indah Kiat, PT. Buana Megah, PT. Enggal Bubur Kertas, PT. Suparma, PT. Kusuma Jaya, dan UD Terus Makmur. Rata-rata jumlah kertas bekas di Kabupaten Bantul dalam satu tahun adalah 17.070,94 ton yang setara dengan 0,208% kebutuhan nasional tahun 2018, dengan biaya reverse logistics dalam satu tahun sebesar Rp.65.661.848.808,-. Adapun di Kota Yogyakarta teridentifikasi 14 pengepul tingkat 1 dan 10 pengepul tingkat 2. Para pengepul kertas bekas ini mengirimkan kertas bekas ke pabrik kertas yang berada di wilayah Klaten, Magelang, Surabaya, dan Semarang. Potensi kertas bekas tiap tahun rata-rata sebesar 7.074 ton atau setara dengan 0,08 % kebutuhan kertas bekas nasional, dengan total biaya reverse logistics sebesar Rp. 34.817.484.000,-.

Item Type: Other
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisi / Prodi: Faculty of Industrial Technology (Fakultas Teknologi Industri) > S1-Industrial Engineering (S1-Teknik Industri)
Depositing User: Siti Mahsanah Budijati
Date Deposited: 17 Feb 2022 05:30
Last Modified: 17 Nov 2023 03:24
URI: http://eprints.uad.ac.id/id/eprint/32735

Actions (login required)

View Item View Item