PENGANTAR PENGKAJIAN SASTRA: KARYA SASTRA DAN DINAMIKA SOSIAL POLITIK

Wajiran, Wajiran (2022) PENGANTAR PENGKAJIAN SASTRA: KARYA SASTRA DAN DINAMIKA SOSIAL POLITIK. UADPress. ISBN 978-623-5635-59-0

[thumbnail of BUKU PENGANTAR PENGKAJIAN SASTRA LENGKAP.pdf] Text
BUKU PENGANTAR PENGKAJIAN SASTRA LENGKAP.pdf

Download (1MB)

Abstract

PRAKATA

Alhamdulillah… puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt karena berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis diberi kemampuan menyelesaikan tulisan yang sudah lama terbekengkalai ini. Sungguh tidak ada daya dan upaya bagi penulis untuk bisa menyelesaikan tulisan ini tanpa anugerah dari Allah Swt. Sholawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad Saw, keluarga, sahabat dan semoga kepada kita semua. Aamiin yaa robbal a’lamin.
Buku ini sebenarnya kumpulan tulisan yang sudah saya tulis beberapa tahun lalu. Beberapa tulisan di dalam buku ini pernah diterbitkan di web blog pribadi (khususnya di kompasiana.com, pssdi.blogspot.com dan wajirannet.blogspot.com). Pada waktu penulisan artikel-artikel tersebut, penulis belum mengenal sistem penyimpanan online seperti Dropbox dan Google Drive. Disamping itu, penerbitan di web site juga ditujukan sebagai upaya agar tulis-tulisan tersebut bisa diakses oleh mahasiswa.
Buku ini diterbitkan menanggapi beberapa pertanyaan mahasiswa terkait sulitnya mencari buku rujukan khususnya terkait makna karya sastra, fungsi, dan peranan sastra yang lengkap dan dalam bahasa Indonesia. Buku yang membahas terkait pengenalan karya sastra yang membicarakan bukan hanya sastra Indonesia tetapi juga sastra dunia (khususnya Inggris dan Amerika) memang masih tergolong langka. Buku-buku terkait sastra umumnya adalah buku-buku kumpulan teori atau hasil penelitian yang cenderung sulit dipahami oleh mahasiswa semester awal. Disamping itu, buku-buku terkait pengatar sastra umumnya berbahasa Inggris, atau buku terjemahan. Buku pengatar karya sastra juga masih jarang yang membahas isu-isu kontekstual terkait karya sastra dan agama (khususnya Islam), karya sastra dan kekuasaan, karya sastra dan mitos dan isu-isu kontekstual lainya.
Dalam mengajar sehari-hari, penulis masih menemukan banyak mahasiswa yang kebingungan membedakan pengertian sastra dan manfaat mempelajari atau membaca karya sastra. Itu sebabnya, buku ini membahas secara lengkap berbagai persoalan yang berkembang khususnya terkait hubungan antara karya sastra dan masyarakat, karya sastra dan ideologi atau agama. Juga persoalan pengajaran dan resepsi karya sastra di Indonesia. Persoalan persoalan kontekstual tersebut diharapkan dapat memberi kesadaran kepada mahasiswa dan pembaca pada umumnya akan pentingnya membaca atau mempelajari karya sastra. Yang lebih menarik dari buku ini adalah contoh yang diberikan bukan hanya karya sastra dalam Bahasa Indonesia tetapi juga contoh karya sastra asing, khsususnya Amerika dan Inggris.
Buku ini berusaha menghadirkan pemahaman tentang sastra yang lebih kontekstual. Hal itu dilakukan dengan membahas berbagai aspek karya sastra dari pengertian sampai pada keterkaitan karya sastra dengan masyarakat. Banyak aspek yang bisa dielaborasi terkait hubungan karya sastra dan masyarakat, diantaranya terkait persoalan keyakinan (agama), kekuasaan, kemiskinan, konflik sosial dan lain sebagainya. Persoalan-persoalan ini dibahas sebagai upaya memberikan pemahaman atas kontekstualitas karya sastra baik di Indonesia maupun di luar negeri. Dengan demikian akan mempermudah pembaca memahami perbedaan sudut pandangan atau cara berfikir masyarakat/pengarang di Indonesia dengan negara lain.
Sebagai sebuah buku Pengantar buku ini sengaja tidak membahas satu isu sosial secara detail tetapi lebih pada pengenalan hubungan sastra dengan aspek-aspek sosial masyarakat. Bab I diawali dengan pemembahasan tentang pengertian karya sastra, fungsi dan ruang lingkup studi sastra. Bab ini merupakan bagian paling esensial karena bagian ini menjadi fondasi dasar pemahaman terhadap karya sastra. Karya sastra merupakan karya yang berbeda dengan bentuk karya tulis lainnya sehingga pemahaman akan pengertian, fungsi dan cakupan atau ruang lingkup studi sastra harus dipahami terlebih dahulu oleh mahasiswa. Penulis menyadari bahwa masih banyak mahasiswa yang kurang memahami pengertian, fungsi dan cakupan studi sastra secara jelas. Sehingga penulis merasa perlu untuk menjelaskan persoalan ini di bagian awal buku ini.
Bagian kedua membahas tentang konsep dasar keterkaitan karya sastra dan masyarakat. Bagian ini dimaksudkan untuk memberi pemahaman kepada mahasiswa bahwa karya sastra tidak bisa dilepaskan dari sosial masyarakat latarbelakanginya. Oleh karena itu, karya sastra menjadi cerminan, merefleksikan dan tentunya mempengaruhi masyarakat itu sendiri. Sebagai cerminan masyarakat, karya sastra memiliki peranan dalam perubahan sosial dan politik yang ada di masyarakat itu sendiri. Berbagai aspek yang ada di dalam kehidupan masyarakat dibahas secara lebih rinci dengan harapan mahasiswa memahami keterkaitan langsung antara karya sastra dan masyarakat. Aspek-aspek yang sering muncul dan menjadi topik dalam karya sastra diantaranya: agama, ideologi, suku/ras, dan kekuasaan. Pembahasan akan aspek-aspek ini diharapkan akan melahirkan pemahaman akan fungsi atau peranan sastra dalam kehidupan sosial dan politik suatu masyarakat.
Agar pemahaman mahasiswa lebih jelas terkait hubungan karya sastra dengan masyarakat, pada bagian ini penulis menghadirkan keterkaiatan sastra dengan agama. Agama memiliki peran besar dalam dinamika sosial. Agama mempengaruhi segala aspek kehidupan suatu masyarakat. Itu sebabnya pembahasan pada bab ini khusus terkait genre sastra Islami atau sastra profetik. Penulis sengaja tidak membedakan karya sastra Islami dan sastra profektik, meskipun jika dikupas secara etimologis keduanya memiliki perbedaan, tetapi secara subtansial keduanya memiliki persamaan. Lahirnya sastra Islami/sastra profetik atau istilah lainnya sastra pesantren dan sastra transenden merupakan cerminan bahwa karya sastra sangat dekat dengan masyarakat. Pada bab ini juga dibahas berbagai cabang atau istilah yang terkait dengan sastra Islami tersebut.
Bab empat secara khusus membahas persoalan sastra Islami di Indonesia. Bab ini membahas secara lebih detail pengertian, perkembangan dan dinamika sastra Islami yang ada di Indonesia. Sebagai negara dengan penduduk mayoritas Muslim, keberadaan sastra Islami merupakan bukti kedekatan karya sastra dengan masyarakat yang melatarbelakanginya. Keberadaan sastra Islami memberikan nuansa tersendiri karena karya sastra menghadirkan suatu dinamika sosial yang berbeda dengan apa yang ada di luar negeri. Bab ini berusaha mengupas berbagai aspek terkait perkembangan sastra Islami di Indonesia: sastra dan ideologi, perkembangan sastra Islam di Indonesia, periodesasi dan akulturasi budaya masyarakat dengan nilai-nilai Islam yang terefleksikan dalam karya sastra Islami.
Penulis menghadirkan salah satu penulis yang dapat dikategorikan sebagai penulis karya-karya sastra Islami, yiatu Hamka. Abdul Malik Karim Amrullah (1908-1981) dikenal sebagai penulis Muslim yang menghadirkan nilai-nilai Islami di Indonesia, khsususnya setelah kemerdekaan Indoensia. Hamka memiliki kedudukan istimewa dibandingkan penulis Muslim lainnya. Posisi Hamka di dalam bab ini juga sebagai pembanding bagi penulis asing yang dibahas di bab selanjutnya. Pembahasan tentang Hamka akan memberikan pemahaman kepada mahasiswa bagaimana para sastrawan mengemukakan idealismenya dalam karya sastra dari sudut pandang agama.
Bab enam membahas secara khsusus terkait sastra dan kekuasaan. Bagian ini menjadi penting untuk didiskusikan karena pada dasarnya karya sastra tidak pernah lepas dari persoalan persoalan perebutan kekuasaan. Sebenarnya dalam konteks Indonesia, karya sastra lama sangat banyak yang bersinggungan dengan kekuasaan meskipun di era modern ini terlihat semakin langka. Berbeda denga napa yang terjadi di luar negeri, sampai hari ini isu-isu terkait kekuasaan masih menjadi tema-tema yang terus berkembang sesuai perekembangan dinamika sosial dan politik. Di negara-negara maju, sastra dan kekuasaan selalau berjalan beriringan. Pembahasan ini memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa karya sastra itu sangat dekat dengan kekuasaan, baik yang bersifat mendukung maupun mengkritisi.
Penulis berkeyakinan bahwa semua teori sastra bertolak pada teori strukturalisme. Itu sebabnya di dalam bab ini perlu dibahas secara khsusus teori strukturalisme yang dipeolopori oleh Levi Strauss. Teori strukturalisme ini akan menjadi fondasi di dalam memahami persoalan karya sastra. Pemahaman ini akan membantu mahasiswa memahami teori-teori atau pendekatan lain terkait dengan studi sastra. Teori strukturalisme Levi Strauss juga membahas persoalan-peroalan kontekstual terkait dengan interpretasi karya sastra. Keberadaan bab ini sangat relevan dengan pembahasan lainnya.
Bab VIII menghadirkan penulis dari kebangsaan Inggris bersuku Irish. Sebagaimana sudah disebutkan sebelumnya George Bernard Shaw (GBS) juga seorang sastrawan kontekstual yang banyak mengangkat isu-isu sosial berbasis masyarakat Inggris. Pembahasan ini akan memperkaya pemahaman mahasiswa akan keterkaitan karya sastra dengan masyarakat Inggris. Bagian ini menghadirkan kondisi sosial politik yang melatarbelakangi lahirnya karya-karya GBS. Di dalamnya juga membahas isu-isu yang terjadi di Indonesia seperti pertentangan golongan tua dan golongan muda, kedudukan kaum perempuan, dan isu kelas sosial. Bab ini menghadirkan sekilas tentang kesusastraan Inggris. Keterkaitan antara karya sastra dan pengarang sengaja diletakan dibagian akhir dari bab ini agar pembaca memahami terlebih dahulu bagaimana keterkaitan sastra dan masyarakat yang selanjutnya dihubungkan dengan latarbelakang pengarangnya. Sebagai seorang sastrawan (dramawan) sekaligus politikus, GBS bisa menjadi contoh keterkaitan karya sastra dengan penulisnya.
Masih terkait dengan sastra dan kekuasaan, bab sembilan menghadirkan persoalan hegemoni dalam kehidupan moderen. Karya sastra, merupakan bagian dari produk kebudayaan yang merefleksikan kehidupan sosial masyarakat. Itu sebabnya karya sastra juga banyak yang menyinggung persoalan dominasi baik terkait suatu komunitas kecil maupun kontek antarnegara. Dominasi yang dimaksud adalah kemampuan untuk mengendalikan, mengarahkan atau sekedar menggiring opini pembenaran. Dalam bab ini dibahas persoalan peranan ideologi dan hegemoni dalam kehidupan sehari-hari yang banyak dituangkan dalam karya sastra mapaupun produk kebudayaan lainya.
Bab kesepuluh membahas persoalan sastra dan psikologi. Bagian ini mencakup konsep-konsep psikologi yang terkait hubungan karya sastra dengan penulis. Karya sastra tidak bisa dilepaskan dari kondisi psikologis pengarangnya karena apa yang terefleksikan dalam karya sastra merupakan hasil dari refleksi pengalaman hidup juga pembacaan atas fenomena pribadi sebagai individu maupun penulis sebagai anggota masyarakat. Bab ini lebih spesifik membahas konsep psikoanalisis yang dipelopori oleh Sigmund Freud. Teori ini membahas secara lebih spesifik bagaimana seorang sastrawan memiliki kemampuan menuangkan ide dan pemikiran dalam karya sastra digamana ide-ide itu bisa jadi merupakan proses sublemasi dari pengalaman kesulitan hidup. Bab ini membahas secara lebih rinci rasionalisasi bagaimana proses berfikir seorang pengarang sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal dari seorang pengarang.
Bab XI adalah bab penutup, bagian ini membahas beberapa persoalan terkait minimnya kesadaran masyarakat Indonesia khususnya atas manfaat membaca karya sastra. Budaya baca yang sangat rendah mempengaruhi berbagai aspek khususnya rendahnya apresiasi karya sastra di Indonesia. Itu sebabnya tulisan ini ditujukan untuk memberi kesadaran kepada pembaca dan mahasiswa khususnya agar memiliki atau meningkatkan perhatian mereka pada aktivitas membaca baik karya sastra maupun karya lainya. Hanya dengan kesadaran yang baik atas pentingnya menelaah karya sastra, budaya baca masyarakat kita akan menjadi lebih baik. Membaca menjadi kunci peradaban manusia.

Penulis berharap keberadaan buku ini bisa menjadi alternatif bagi para mahasiswa baik di jurusan sastra Inggris maupun sastra Indonesia. Mudah-mudahan karya yang masih jauh dari kata sempurna ini mampu memberikan sumbangan pemikiran atas minimnya referensi buku pengantar pengkajian sastra khususnya sastra Inggris di Indonesia.
Akhirnya, penulis mengucapkan terimakasih kepada berbagai pihak yang telah membantu terbitnya buku ini. Kepada para mahasiswa program studi Sastra Inggris, teman-teman di organisasi kemahasiswaan dan juga para dosen di Uniersitas Ahmad Dahlan yang telah menginspirasi dan memotivasi penulis untuk berkarya, salah satunya terbitnya buku ini.

Yogyakarta, 22 September 2021

Item Type: Book
Subjects: P Language and Literature > PN Literature (General) > PN0080 Criticism
Divisi / Prodi: Faculty of Letters (Fakultas Sastra) > S1-English Letters(S1-Sastra Inggris)
Depositing User: wajiran wajiran
Date Deposited: 26 Nov 2022 03:22
Last Modified: 21 Dec 2022 04:03
URI: http://eprints.uad.ac.id/id/eprint/37626

Actions (login required)

View Item View Item