Optimasi formula dan karakterisasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEEDS) Minyak Biji Jintan Hitam (MBJH) dengan surfaktan tween 20 dan kosurfaktan span 80

Nunung, Baiq (2024) Optimasi formula dan karakterisasi Self-Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEEDS) Minyak Biji Jintan Hitam (MBJH) dengan surfaktan tween 20 dan kosurfaktan span 80. S1 thesis, Universitas Ahmad Dahlan.

[thumbnail of JUDUL] Text (JUDUL)
T1_2000023116_JUDUL__240622125948.pdf

Download (2MB)
[thumbnail of BAB I] Text (BAB I)
T1_2000023116_BAB_I__240620101704.pdf

Download (257kB)
[thumbnail of BAB II] Text (BAB II)
T1_2000023116_BAB_II__240620101704.pdf
Restricted to Registered users only

Download (277kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB III] Text (BAB III)
T1_2000023116_BAB_III__240620101704.pdf
Restricted to Registered users only

Download (169kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB IV] Text (BAB IV)
T1_2000023116_BAB_IV__240620101704.pdf
Restricted to Registered users only

Download (589kB) | Request a copy
[thumbnail of BAB V] Text (BAB V)
T1_2000023116_BAB_V__240620101704.pdf
Restricted to Registered users only

Download (55kB) | Request a copy
[thumbnail of Daftar Pustaka] Text (Daftar Pustaka)
T1_2000023116_DAFTAR_PUSTAKA__240620101704.pdf

Download (242kB)
[thumbnail of Lampiran] Text (Lampiran)
T1_2000023116_LAMPIRAN__240620101704.pdf
Restricted to Registered users only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Minyak Biji Jintan Hitam (MBJH) mengandung senyawa yang dapat mengobati berbagai penyakit, diantaranya mencegah pertumbuhan tumor dan sebagai antikanker. Terlepas dari potensinya, penggunaan MBJH memiliki kelemahan, seperti kelarutan yang rendah dalam air, ketidakstabilan dalam media cair, dan bioavailabilitas yang tidak konsisten. Salah satu strategi untuk mengatasi masalah ini adalah memformulasikan Self-Nano Emulsifying Drug Delivery System (SNEDDS). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbandingan komposisi antara MBJH, tween 20, dan span 80 untuk menghasilkan formula SNEDDS yang optimal dalam penggunaan rute oral.
Untuk memperoleh formula SNEDDS yang optimal, langkah pertama adalah melakukan skrining rasio antara MBJH, tween 20 dan span 80 melalui uji ketercampuran dan uji kejernihan untuk menentukan batas bawah dan batas atas. Optimasi dilakukan dengan metode Simplex Lattice Design (SLD) menggunakan design expert 12. Dalam proses ini, formula rekomendasi SNEDDS dari design expert 12 diuji transmitannya pada panjang gelombang 650 nm, dan waktu emulsifikasi diukur dalam tiga media berbeda yaitu aquadest, AGF dan AIF pada suhu 37°C, serta uji stabilitas droplet sediaan dalam saluran cerna buatan selama 4 jam. Formula optimal yang dihasilkan diverifikasi menggunakan uji one sample T-test untuk memastikan validitasnya, dan dilakukan pengukuran ukuran droplet serta zeta potensial sediaan.
Formula SNEDDS MBJH yang optimal diperoleh dengan proporsi MBJH 9%, tween 20 71,28%, dan span 80 17,72% dengan karakteristik %transmitan 98,289±0,38%, waktu emulsifikasi 25,017±0,67 detik, ukuran droplet sebesar 53,08 nm dengan nilai PI 0,6146, nilai zeta potensial -27,017 mV dan nanoemulsi yang terbentuk stabil pada saluran cerna buatan selama 4 jam.
Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan proporsi MBJH 9%, tween 20 71,28%, dan span 80 17,72% mampu membentuk formula SNEDDS MBJH yang baik.

Item Type: Thesis (S1)
Keyword: minyak biji jintan hitam, tween 20, span 80, self-nanoemulsifying drug delivery system (SNEDDS), simplex lattice design (SLD)
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RS Pharmacy and materia medica
Divisi / Prodi: Faculty of Pharmacy (Fakultas Farmasi) > S1-Pharmacy (S1-Farmasi)
Depositing User: userperpus2 userperpus2
Date Deposited: 24 Jul 2024 02:43
Last Modified: 24 Jul 2024 02:43
URI: http://eprints.uad.ac.id/id/eprint/64588

Actions (login required)

View Item View Item